"kasih,sukacita,damai sejahtera,kesabaran,kemurahan,kebaikan,kesetiaan,kelemahlembutan,dan penguasaan diri"

Tampilkan postingan dengan label Firman Allah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Firman Allah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Agustus 2012

Saat Teduh

Saat Teduh

Mazmur 5:4 berbunyi : "Tuhan, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagiMu, dan aku menunggu-nunggu."

Perjumpaan pribadi dengan Tuhan adalah saat yang sangat penting dalam hubungan kita denganNya. Hal ini dilakukan melalui saat teduh setiap hari, yang kita lakukan secara khusus untuk bertemu dan berbicara dengan Tuhan melalui doa dan perenungan akan FirmanNya secara pribadi. Dengan cara ini kita mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan.

ALASAN DAN MANFAAT SAAT TEDUH
1. Meneladani Tuhan Yesus (Markus 1:35)
Tuhan Yesus sebagai teladan hidup kita menyediakan waktu khusus untuk berjumpa dengan Bapa

2. Merespon Kerinduan Tuhan (Ayub 7:17-18, Yesaya 55:3,6)
Seperti seorang bapak yang sayang dan selalu rindu bertemu dengan anakNya, demikian pula Tuhan sebagai Bapa merindukan kita sebagai anak-anakNya

3. Membangun Persekutuan Dengan Tuhan (Lukas 10:42, Yesaya 50:4)
Persekutuan menghasilkan keintiman, keintiman memampukan kita mendengar suaraNya dan memahami KehendakNya

4. Mengisi Bejana Rohani Kita (Mazmur 90:14)
Kasih setia dan anugerahNya memuaskan hati kita, memberikan gairah dan semangat dalam mengikut Dia

5. Membangun Manusia Batiniah (Daniel 6:4,11)
Karena memiliki hubungan yang rutin dengan Tuhan setiap hari, Daniel memiliki Roh yang luar biasa

6. Mendapat Kekuatan Dari Tuhan (Yesaya 40:30-31, Ratapan 3:22-23)
Hubungan dengan Tuhan mengalirkan kekuatan baru pada saat-saat kita mengalami kelemahan

HAL YANG KITA LAKUKAN DALAM SAAT TEDUH
1. Menyembah Tuhan
memuji dan menyembah Tuhan, baik dengan akal budi (nyanyian) maupun dengan roh
2. Berdoa
Doa yang dinaikkan berupa doa syafaat bagi orang lain, bangsa dan negara, maupun doa permohonan bagi keluarga dan pribadi
3. Membaca dan Merenungkan Firman Tuhan
Baca dan renungkan Firman Tuhan sampai beroleh rhema. Rhema adalah Firman Allah yang berbicara khusus kepada kita dalam kondisi dan saat tertentu

TIPS
1. Waktu yang terbaik adalah pagi hari, karena suasana masih sepi dan tenang, fisik masih segar, dan pikiran belum disibukkan oleh urusan kehidupan sehari-hari
2. Cari tempat yang tenang, mengamati dan menemukan tempat didalam rumah kita yang paling jarang dilintasi oleh orang, misalnya dikamar
3. Mulailah dengan bersaat teduh 15 menit, setelah itu tingkatkan menjadi 20menit dan seterusnya
4. Mulailah membaca bagian alkitab yang mudah dicerna, misalnya kitab Mazmur dan kitab injil
5. Catat setiap rhema, buku catatan rhema akan menolong kita mengevaluasi tuntunan Tuhan atas hidup kita dalam suatu kurun waktu

"Turun dari tempat tidurmu! bangun, cuci muka, minum sedikit kopi dan bila perlu...lakukan sedikit jogging atau jalan pagi. Mengantuk adalah musuh nomor satu dari saat teduh yang efektif, oleh karena itu, segarkan dahulu tubuh anda."
(David Yonggi Chow)

Selasa, 14 Agustus 2012

Hidup Dalam Firman Allah

Hidup Dalam Firman Allah

2 Timotius 3:16 berbunyi : "Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran."

Alkitab terdiri dari 39 kitab Perjanjian Lama dan 27 kitab Perjanjian Baru. Alkitab adalah tulisan yang diilhamkan oleh Allah, itulah sebabnya Firman Allah ini  berkuasa, berwibawa dan tidak boleh ditambah ataupun dikurangi.

Alkitab Adalah Firman Allah
1. Bukan Hasil Karya Manusia Semata-mata (2 Petrus 1:21)
Nubuat tidak pernah dihasilkan oleh kehendak manusia, sebagian besar nubuatan dalam alkitab telah digenapi
2. Injil/Firman adalah Kekuatan Allah (Roma 1:16)
Ia menyelamatkan, mengubahkan kehidupan setiap orang yang percaya
3. Firman itu adalah Allah (Yo 1:1,14)
4. Tema yang Berkesinambungan Dalam Seluruh Bagian Alkitab
5. Bukti-bukti Sejarah dan Arkeologi

Kuasa Firman Allah
Firman Allah mempunyai otoritas Ilahi (Yoh 1:1-5)
1. Memiliki Kuasa Menciptakan (Kej 1, Maz 33:6)
2. Menopang Segala Sesuatu (Ibrani 11:3, Ibrani 1:3)
3. Tidak Pernah Gagal (Yes 55:11, Roma 9:6)
4. Tidak Pernah Berubah (1 Petrus 1:24-25, Matius 24:35)

Peranan Firman Tuhan Dalam Kehidupan Kita
1. Menjadi pedoman dan penuntun dalam kehidupan (Maz 119:105)
2. Mengajar, menegur, mengoreksi, melatih (2 Tim 3:16)
3. Memberi kekuatan (Roma 1:16)
4. Memerdekakan Kita (Yoh 8:31-32)
5. Menumbuhkan Iman (Roma 10:17)
6. Mendatangkan Berkat (Ulangan 28:2, Yosua 1:8-9, Maz 1:1-3)
7. Memperlengkapi sebagian Pedang Roh dalam peperangan Rohani (Efesus 6:17)
8. Menyegarkan Jiwa dan memberikan hikmat (Maz 19:8-10)

Komitmen Kepada Firman Allah (Lukas 18:16-21)
Alkitab adalah kebenaran tertinggi dalam hidup orang percaya, bukan hanya sebagai:
1. Budaya; "hal itu sudah umum dilakukan oleh semua orang"
2. Tradisi; "Dari dulu saya sudah melakukannya"
3. Logika; "Saya pikir sepatutnya harus begitu"

Respon Terhadap Firman Allah
Firman Allah itu bagaikan benih yang ditaburkan kedalam hati manusia, Ia bisa :
1. Tidak bertumbuh, dihati yang keras (Matius 13:19)
2. Bertumbuh tetapi tidak berakar, diatas batu (Matius 13:20-21)
3. Bertumbuh tetapi dihimpit oleh duri atau tumbuhan lain (Matius 13:22)
4. Bertumbuh dan berbuah di tanah subur (Matius 13:23)
   - Rindu membaca dan mendengarkan Firman Allah
   - Berusaha memahami Firman Allah
   - Percaya dan menaruh harap pada janji-janji Firman Allah
   - Hidup sesuai dengan Firman Allah
   - Memberitakan Firman Allah

Kamis, 26 Juli 2012

Perlengkapan Senjata Allah

Perlengkapan Senjata Allah (The Armor of GOD)

Apa yang dimaksud dengan Perlengkapan Senjata Allah? Perlengkapan sering diartikan sebagai suatu benda yang digunakan untuk melakukan sesuatu, sedangkan Senjata adalah suatu alat (tools) dalam melakukan sesuatu hal tersebut. Perlengkapan Senjata Allah sering disebut Perlengkapan Senjata Rohani.
Dalam menjalani kehidupan kita Rasul Paulus mengisyaratkan pentingnya menggunakan Perlengkapan Senjata Allah (Efesus 6:10-20). Apa fungsinya senjata rohani tersebut?
1. Bertahan Melawan Tipu Muslihat Iblis
   Iblis telah dikalahkan oleh kebangkitan Yesus Kristus dari alam maut, namun iblis masih tetap bisa  menggunakan tipu dayanya yang licik untuk menyerang kehidupan iman kita. Jangan takut, dengan mengenakan selengkap senjata Allah ini, kita akan mampu bertahan melawan tipu daya iblis tersebut.
2. Mengadakan Perlawanan Pada Hari Yang Jahat
    Saat kita di dalam peperangan rohani, tentunya kita tidak melakukan perlawanan dengan tangan kosong. Seluruh tubuh kita harus terlindung dan mengenakan senjata. Demikian pula, sebagai seorang pelayan Tuhan Anda harus mengerti prinsip rohani ini. Perlengkapi diri Anda dengan selengkap senjata Allah! Sekali lagi, jangan mengandalkan kekuatan sendiri, jangan mengandalkan kemenangan/ pengalaman di masa lalu! Senantiasa bersiap siagalah menghadapi perlawanan iblis di hari-hari yang semakin jahat menjelang akhir zaman ini.
3. Tetap Tegak Berdiri
    Setelah kita menyelesaikan segala sesuatu; baik itu tugas pelayanan, konseling, pekerjaan, permasalahan/ pergumulan kita dengan baik bersama Tuhan… hendaknya kita tetap berdiri… dalam iman! Pernah saya mendapati, seseorang yang telah melayani begitu rupa atau seseorang yang telah mengalami pertolongan Tuhan dalam pergumulan dan beban berat yang dihadapinya, namun beberapa waktu kemudian tidak menunjukkan kemajuan dalam hidup kerohaniannya, tidak lagi tegak berdiri dalam iman, justru hidupnya semakin jauh dari Tuhan. Inilah pentingnya tetap mengenakan selengkap senjata Allah… agar setelah kita menyelesaikan segala sesuatu, kita akan tetap berdiri!
Setelah membaca Efesus 6:10-20, selanjutnya lihat kembali ayat 11 dan 12, 
  • Ayat 11 “Kenakanlah seluruh senjata Allah supaya kamu dapat bertahan melawan tipu daya Iblis”. 
  • Ayat 13 “Sebab itu ambilah seluruh perlengkapan senjata Allah supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada…..

Pada Ayat 11 menggambarkan menggambarkan tindakan pasif (bertahan) dan ayat 13 menggambarkan tindakan yang aktif (Mengadakan perlawanan). Yang menarik dari kedua ayat itu, baik bertahan maupun mengadakan perlawanan, ternyata Paulus tetap memberi pesan untuk mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah. Apa artinya? Artinya dalam perjuangan kita melawan kuasa Iblis, aspek bertahan dan menyerang merupakan satu kesatuan. Kita tidak akan bisa menang hanya dengan bertahan. Tapi kita tidak mungkin menang juga hanya dengan menyerang tanpa berpikir untuk bertahan. Melalui ayat tersebut diatas Paulus ingin menjelaskan bagaimana Perlengkapan senjata ini membawa kita mengandalkan TUHAN.

1. Berikatpinggangkan Kebenaran (Ayat 14)
Berfungsi untuk menjaga agar pakaian tetap pada posisinya. Bayangkan kalau celana longgar dan tiba2 jatuh? Bukankah itu mempermalukan? Bukan hanya mempermalukan, tapi itu akan sangat mengganggu kita dalam pertempuran. Dari sini bisa diambil kesimpulan, kebenaran membuat sesuatu tetap pada posisi yang seharusnya. Justru ketika kita tidak mengenakan kebenaran, akibatnya bisa saja mempermalukan diri kita sendiri. Ikat pinggang yang tidak terpasang dengan benar, bisa mengacaukan “Baju Zirah”. Dan tentu saja akan menghambat kita dalam peperangan rohani.
Berpengaruh juga pada kerapian/penampilan. Ketika kita mempertahankan kebenaran, itu akan terlihat di mata orang. Pasti orang akan melihat perbedaannya. Dan itu mempengaruhi cara orang memandang diri kita dan memandang Kristus.
Serta memberi rasa nyaman pada pemakai. Seharusnya ketika kita melakukan kebenaran, justru kita merasa nyaman, tetapi lihatlah saat kita melakukan kebenaran bahkan orang menganggap itu sesuatu yang aneh dan terkadang orang mencibir kita.

2. Berbajuzirahkan Keadilan (Ayat 14)
Apa manfaat Baju Ziarah? 
Yang terutama adalah melindungi diri kita dari senjata lawan. Apa kaitannya dengan keadilan? Apa makna adil? Adil tidak selalu berarti sama untuk semua orang, tapi lebih tepat masing-masing orang memperoleh sesuai dengan kapasitas dan kebutuhannya. Apa bahayanya jika kita tidak melakukan keadilan? Apa dengan tidak melakukan keadilan kita jadi lebih mudah diserang oleh iblis? Mungkin secara tidak langsung. Kita sebagai orang Kristen ngomong mengenai keadilan tapi tidak berlaku demikian, bukankah tidak menjadi kesaksian? Tapi itu dampak tidak langsung. Mungkin juga dalam arti lain. Ketika kita tidak berlaku adil, memancing permusuhan diantara orang-orang yang seharusnya kita perlakukan adil. Akhirnya iblis bisa merusak banyak hal. Contohnya perlakuan yang berbeda Abraham terhadap Ismail dan Ishak, perlakuan berbeda Ishak terhadap Esau dan Yakub, perlakuan berbeda Yakub terhadap Yusuf dan saudara-saudaranya, ternyata berpengaruh, bahkan sampai zaman sekarang. Dimulai dari ketidakadilan, mengakibatkan permusuhan, bahkan peperangan turun temurun. Jadi hati-hati terhadap tindakan kita. Karena kita tidak tahu betapa besar dampak yang bisa dihasilkan dari ketidakadilan.

3. Kaki Yang Berkasutkan Kerelaan Untuk Memberitakan Damai Sejahtera (Ayat 15)
Kenapa bagian memberitakan injil diumpamakan sebagai kasut? Dengan kata lain alas kaki? Bayangkan kalau dalam tiap langkah hidup kita selalu ada jejak-jejak pemberitaan injil itu? Kaki untuk berjalan. Memberitakan injil membutuhkan keberanian untuk berjalan. pergi. Tapi kenapa bukan diibaratkan dengan mulut tapi dengan kaki? Padahal memberitakan injil bisa lewat mulut? Tidak juga. Artinya jauh lebih dalam ketika diletakan pada kaki. Kemanapun orang Kristen melangkah, seharusnya ada jejak-jejak pemberitaan injil. Kalau mulut, ada pilihan untuk digunakan atau tidak. Sedangkan kaki? Pilihannya 1. meninggalkan jejak. Meninggalkan jejak tidak selalu berarti kita harus berkata-kata tentang Kristus kepada siapapun yang kita temui. Tapi apakah lewat kehadiran kita orang lain bisa melihat “jejak Kristus” itu? Apakah ada perbedaan yang akhirnya membuat orang-orang bertanya-tanya, apa yang menyebabkan kita “berbeda”? Dan tentu saja akan jadi kesaksian kalau mereka tahu bahwa kita adalah Kristen. Pengikut Kristus.

4. Perisai Iman (Ayat 16)
Perisai, sesuai dengan fungsinya untuk melindungi dari serangan musuh. Iman di sini ditempatkan sebagai perisai yang mampu melindungi dari serangan iblis. Bagaimana caranya iman bisa melindungi?Misalnya ketika kita jatuh dalam dosa, seringkali kita merasa tidak layak untuk datang kepada TUHAN. Pada kondisi seperti itu iblis bisa saja mengintimidasi kita untuk tidak datang, dan akhirnya makin jauh dari TUHAN. Tapi ternyata lebih baik kalau kita tetap datang dan mengakui di hadapan TUHAN, serta memiliki iman bahwa Dia akan mengampuni kita, disertai komitmen untuk kembali berjalan pada kehendak-Nya. Tapi apa hanya itu? Itu kondisi ketika kita sudah jatuh. Coba lihat teladan Kristus. Kenapa Yesus mampu mengalahkan serangan Iblis? Apa sekedar karena pengetahuan akan firman TUHAN? Tidak. Pengetahuan akan firman TUHAN memang membantu. Tapi itu bukan satu-satunya kunci kemenangan Kristus. Kunci kemenangan Kristus ada pada iman-Nya, sehingga menjadi kuat untuk bertahan atas serangan iblis. Yesus bertahan dalam iman.

5. Ketopong Keselamatan (Ayat 17)
Melindungi bagian yang mengontrol segala sesuatu dari tubuh. Kepala. Apa artinya? Ketika kamu belum mengenakan ketopong itu, jangan berharap kamu bisa mengontrol dengan baik perilaku tubuhmu dan keingingan-keinginanmu, karena dosa masih menguasai kita. Artinya dengan menerima keselamatan dalam Kristus, merupakan modal awal yang berharga untuk menang terhadap kuasa iblis. Mana mungkin orang yang belum selamat bisa menang terhadap iblis?

6. Pedang Roh, Yaitu Firman Allah (Ayat 17)
Bagaimana dengan pedang Roh? Di sini yang menjadi pedang Roh adalah Firman Allah. Firman Tuhan menjadi kekuatan yang sangat berharga untuk bertahan dan menyerang seperti pedang. Ingat, Tuhan Yesus dalam pencobaan di padang gurun selalu menjawab tipu daya iblis dengan firman Tuhan. Firman Allah: “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.” (Ibr. 4:12)

7. Doa dan Permohonan (Ayat 18)
Di sini dikatakan doa dan permohonan yang tidak putus-putus. Jadi senjata untuk menyerang balik iblis adalah firman TUHAN dan doa. “Berdoalah setiap waktu didalam Roh”. Setiap waktu? Apa artinya selalu? ya. Tentu saja. Iblis selalu menunggu waktu yang tepat untuk menyerang. Kalau kita tidak selalu siap, pasti mudah untuk diserang. Senjata Allah yang satu ini akan membuat stamina rohani kita semakin kuat, karena dengan berbahasa roh sebenarnya kita sedang membangun manusia roh kita (I Kor. 14:4).

Allah sungguh telah menyediakan senjata rohani untuk kita pakai, marilah kita memakainya senantiasa dalam hidup kita, supaya kita menjadi umat yang pemenang, bahkan lebih dari pemenang dalam segala perkara. AMIN




 

kasih dan sukacita Copyright © 2011 | Template created by O Pregador | Powered by Blogger